JAKARTA, GM – Ketua Umum Ikatan Wartawan Online (IWO) Teuku Yudhistira mengecam dan mengutuk keras aksi teror berupa pengiriman kepala babi ke kantor Tempo pada Rabu, 19 Maret 2025 lalu.
Yudhistira mengatakan, teror seperti itu semakin membuktikan masih terkekangnya jurnalis dalam berekspresi di tanah air. Atau dengan kata lain, kebebasan pers masih semu.
“Saya atas nama IWO sangat mengecam dan mengutuk keras. Hal-hal seperti ini tentu sangat mengganggu baik bagi seorang wartawan maupun redaksi dalam menyuarakan kebenaran. Apalagi makna dari pengiriman kepala babi ini wujud destruktif terhadap mental jurnalis. Ini ancaman nyata terhadap kebebasan pers,”ucap Ketua Umum IWO Pusat di Jakarta, Jumat (21/3/2025).
Untuk itu, sebagai Presiden yang selalu menggaungkan menjunjung tinggi kebebasan pers, Yudhistira mendesak Prabowo Subianto ikut turun tangan untuk fokus memikirkan masalah ini.
Ia juga menyampaikan, negara demokrasi kalau pers masih dikekang dan masih diancam jika mencoba menyuarakan kebenaran dan kebenaran.
Lanjuta, Dia mengatakan, pers adalah pilar keempat demokrasi Indonesia. Melihat kejadian ini jelas semuanya hanya kebohongan besar.
Untuk itu, kami minta Presiden Prabowo turun tangan mengerahkan instrumennya khususnya aparat kepolisian untuk mengusut tuntas kasus ini
“Atas peristiwa ini, IWO akan mengirim surat secara resmi ke Presiden dan Dewan Pers agar serius menangani permasalahan tersebut, mengingat permasalahan ini jelas telah melukai seluruh insan pers di seluruh Indonesia,”tegasnya (Den)






