BUNTOK– Pengurus Provinsi (Pengprov) Indonesia Beladiri Campuran Amatir Mixed Martial Arts (IBCA MMA) Kalimantan Tengah (Kalteng) resmi menggelar pelatihan wasit dan juri, Sabtu (6/9/2025).
Kegiatan ini berlangsung di Aula Hotel Dandang Tingang, Buntok, dan dibuka langsung oleh Ketua Umum Pengprov IBCA MMA Kalteng, Eddy Raya Samsuri.
Pelatihan ini merupakan bagian dari program kerja tahunan Pengprov IBCA MMA Kalteng dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), khususnya di bidang perwasitan dan perjurian. Kegiatan ini juga menjadi langkah awal dalam menyiapkan SDM yang kompeten menghadapi berbagai kejuaraan mendatang.
Eddy Raya Samsuri menyampaikan bahwa pelatihan tersebut menjadi bentuk komitmen IBCA MMA Kalteng untuk mencetak wasit dan juri yang memiliki sertifikasi serta standar nasional, bahkan internasional.
Ia berharap para peserta mampu menyerap ilmu dengan baik dan menerapkannya secara profesional di lapangan.
“Semoga wasit dan juri IBCA MMA di Kalimantan Tengah bisa mendapatkan sertifikat yang layak dan diakui secara nasional, bahkan bisa menembus standar internasional,” ujar Bupati Barsel ini, Eddy saat memberikan sambutan pembukaan.
Selain itu, Eddy juga mengungkapkan bahwa IBCA MMA Kalteng tengah bersiap menghadapi ajang-ajang penting seperti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov). Untuk mendukung persiapan tersebut, pihaknya telah memesan sarana tanding berupa octagon yang akan ditempatkan di Kabupaten Barito Selatan (Barsel).
Di sisi lain, Kepala Bidang Wasit dan Juri Pengurus Besar (PB) IBCA MMA, Heri Joire Purwanto, yang hadir sebagai narasumber, mengatakan bahwa pelatihan ini difokuskan pada peningkatan pemahaman peserta terhadap regulasi dan aturan pertandingan IBCA MMA.
“Materi pelatihan disesuaikan dengan regulasi terbaru IBCA MMA agar para peserta dapat memahami serta menerapkan aturan dengan tepat saat bertugas,” ujar Heri. Ia menambahkan bahwa kualitas wasit dan juri sangat menentukan jalannya pertandingan yang adil dan profesional.
Kegiatan ini mendapat antusiasme tinggi dari para peserta yang berasal dari berbagai kabupaten/kota di Kalimantan Tengah. Pelatihan diharapkan mampu mencetak SDM andal yang siap berperan aktif dalam pengembangan dan profesionalisasi olahraga bela diri campuran di tingkat daerah maupun nasional. (deni)






