BUNTOK – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Barito Selatan kembali menyiapkan program pelatihan jasa konstruksi pada tahun 2026 sebagai bagian dari tugas dan kewenangan perangkat daerah dalam pembinaan sektor konstruksi.
Pelatihan ini direncanakan tetap dilaksanakan seperti tahun-tahun sebelumnya, meski jumlah peserta disesuaikan dengan ketersediaan anggaran daerah.
Kepala Dinas PUPR Barsel Ita Minarni, melalui Kepala Bidang Bina Jasa Konstruksi, Hawinu B. Handen menjelaskan bahwa peserta pelatihan berasal dari masyarakat umum, pegawai DPUPR, serta siswa SMK jurusan bangunan kelas XII.
Menurutnya, pelatihan tersebut menjadi sarana peningkatan kapasitas sumber daya manusia konstruksi di daerah.
Selain pelatihan, DPUPR Barsel juga mendorong para pelaku usaha jasa konstruksi agar segera mengurus perizinan yang telah habis masa berlakunya, termasuk Sertifikat Badan Usaha (SBU).
Di sisi tenaga kerja, Hawinu menekankan pentingnya kepemilikan sertifikat kompetensi sebagai syarat profesionalisme dan tertib pelaksanaan pekerjaan konstruksi.
Untuk memperoleh sertifikat tenaga kerja konstruksi, tersedia dua skema. Pertama, fasilitasi sertifikasi secara gratis dengan kuota terbatas. Kedua, sertifikasi melalui pembiayaan mandiri sesuai standar yang ditetapkan pemerintah pusat.
Pelaku usaha dan tenaga kerja dapat menghubungi Bidang Jasa Konstruksi DPUPR Barsel maupun Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) untuk mendapatkan pendampingan.
“Hal ini penting agar tertib dalam usaha dan tertib dalam pelaksanaan. Pembinaan jasa konstruksi juga mencakup pengawasan badan usaha. Kami akan melakukan survei lapangan untuk mengecek badan usaha yang ada di Barito Selatan. Ini bukan untuk menakut-nakuti, melainkan pembinaan agar kapasitas badan usaha semakin baik,” ujar Hawinu saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (19/2/2026).
Ia menambahkan, pembinaan tersebut mengacu pada Surat Edaran Direktur Jenderal Jasa Konstruksi Nomor 299 Tahun 2025 tentang pedoman pembinaan jasa konstruksi oleh pemerintah daerah.
Pedoman dari pemerintah pusat itu saat ini tengah dipelajari dan akan menjadi acuan pelaksanaan pembinaan di daerah.
Dengan badan usaha yang tertib dan tenaga kerja yang kompeten, Hawinu berharap kualitas pembangunan di Barito Selatan terus meningkat.
Ia menyebutkan, peningkatan tersebut diharapkan dapat mendukung pembangunan daerah di bawah kepemimpinan Bupati Eddy Raya Samsuri, dan Wakil Bupati Khristianto Yudha,
“Terkait jadwal, pelatihan direncanakan dilaksanakan setelah Hari Raya Idulfitri 2026 dan untuk sementara hanya satu kali kegiatan yang didanai APBD,”tuturnya
Namun DPUPR Barsel masih berupaya mencari dukungan tambahan melalui perubahan anggaran serta menjalin komunikasi dengan Dinas PUPR Provinsi Kalimantan Tengah dan Kementerian PUPR, termasuk melalui Balai Jasa Konstruksi Wilayah 5 Banjarmasin, meski pada 2026 terjadi pengurangan anggaran di tingkat pusat. (dandi)






