BUNTOK – Kecelakaan helikopter yang digunakan dalam operasi water bombing untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, menjadi perhatian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Barito Selatan (Barsel).
BPBD Barsel menyampaikan keprihatinan mendalam atas musibah tersebut.
Jajaran BPBD Barsel juga berharap seluruh awak dan penumpang helikopter yang mengalami kecelakaan dapat ditemukan dalam keadaan selamat.
Kepala Pelaksana BPBD Barsel, Agus In’ Yulius, mengatakan informasi mengenai kecelakaan helikopter tersebut pertama kali diketahui melalui media sosial dan aplikasi pesan instan.
Menindaklanjuti informasi tersebut, jajaran BPBD Barsel melakukan pemantauan terhadap perkembangan kabar kecelakaan helikopter yang tengah menjalankan misi penanganan karhutla di wilayah Kabupaten Seruyan.
“Helikopter untuk penanganan karhutla (water bombing) di wilayah Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, dikabarkan mengalami kecelakaan (crash) di sekitar Pematang Limau, Resor Sungai Perlu, kawasan Taman Nasional Tanjung Puting,” ujar Agus, di Buntok,Kamis (5/11/2026).
Peristiwa tersebut menjadi perhatian karena helikopter water bombing merupakan salah satu sarana pendukung penting dalam upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan, khususnya di wilayah yang sulit dijangkau melalui jalur darat.
BPBD Barsel berharap proses penanganan dan pencarian terhadap korban kecelakaan dapat berjalan lancar serta seluruh pihak yang terlibat diberikan keselamatan dalam menghadapi situasi tersebut.
“Kami, pihaknya terus mencermati perkembangan informasi terkait kecelakaan helikopter tersebut sebagai bentuk kepedulian terhadap penanganan bencana dan keselamatan personel yang bertugas di lapangan,”pungkasnya (dandi)



