PALANGKA RAYA– Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama memastikan tidak ada lagi diskriminasi, kekerasan, maupun eksploitasi terhadap anak di Kota Palangka Raya. Ajakan tersebut menjadi bagian penting dalam upaya menciptakan lingkungan yang aman dan ramah anak.
Pernyataan itu disampaikan Fairid saat memimpin upacara peringatan Hari Otonomi Daerah ke-XXX yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Kartini. Kegiatan tersebut digelar di halaman Kantor Wali Kota Palangka Raya pada Senin (27/4/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Fairid menegaskan bahwa perlindungan anak bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata, tetapi juga memerlukan peran aktif keluarga dan masyarakat.
“Kolaborasi semua pihak dinilai menjadi kunci utama dalam menjaga hak dan masa depan anak,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya membangun ekosistem yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang anak, baik secara fisik maupun mental. Lingkungan yang positif diyakini mampu mencegah berbagai bentuk kekerasan dan perlakuan tidak adil terhadap anak.
Menurut Fairid, momentum peringatan Hari Kartini harus dimanfaatkan sebagai pengingat akan pentingnya peran perempuan dalam keluarga dan masyarakat, khususnya dalam memberikan perlindungan dan pendidikan kepada anak.
Adapun tema Hari Kartini tahun ini, “Perempuan Berdaya, Anak Terlindungi, Menuju Indonesia Emas 2045”, disebutnya sebagai panggilan aksi bagi seluruh elemen bangsa untuk terus memperkuat peran perempuan.
Dia menjelaskan bahwa perempuan yang berdaya bukan berarti melampaui kodratnya, melainkan memiliki akses, kesempatan, dan kemampuan untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah serta menciptakan generasi yang berkualitas.
“Melalui peringatan ini, Pemerintah Kota Palangka Raya berharap kesadaran masyarakat semakin meningkat untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang bebas dari diskriminasi dan kekerasan, demi mewujudkan generasi emas Indonesia di masa depan,”pungkasnya (adity)






