BUNTOK – Anggota DPRD Kabupaten Barito Selatan (Barsel), Yangsi Hartini, menyoroti persoalan banyaknya anak yang tidak bersekolah maupun mengalami putus sekolah di wilayah Kabupaten Barito Selatan.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi persoalan serius yang memerlukan perhatian dan penanganan segera dari pemerintah daerah, guna memastikan setiap anak memperoleh hak pendidikan sebagaimana mestinya.
Yangsi menilai, salah satu faktor yang menyebabkan persoalan tersebut adalah ketidakakuratan data pendidikan akibat tingginya mobilitas penduduk. Kondisi ini dinilai berdampak terhadap pendataan serta integrasi informasi siswa di sekolah maupun instansi terkait.
Ia menegaskan, akurasi dan validitas data pendidikan merupakan hal penting yang harus menjadi perhatian pemerintah daerah. Dengan data yang tepat, keberadaan anak-anak usia sekolah dapat teridentifikasi secara menyeluruh sehingga tidak ada yang terabaikan dalam memperoleh akses pendidikan.
Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) tersebut menjelaskan, perpindahan alamat tempat tinggal keluarga sering kali tidak disertai dengan pembaruan data administrasi di sekolah maupun dinas terkait. Akibatnya, informasi mengenai status pendidikan anak menjadi tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.
“Ini mengakibatkan anak yang seharusnya bersekolah justru tidak terdeteksi, dan akhirnya tercatat sebagai anak putus sekolah,” ujarnya di Buntok, Kamis (5/11/2026).
Oleh karena itu, Yangsi berharap pemerintah daerah melalui instansi terkait dapat meningkatkan koordinasi dan melakukan pembenahan sistem pendataan pendidikan, termasuk memperkuat sinkronisasi data antara sekolah, dinas pendidikan, serta administrasi kependudukan.
Ia juga menekankan pentingnya langkah konkret dan berkelanjutan dalam menangani persoalan anak tidak sekolah maupun putus sekolah di Barito Selatan.
” Dengan pendataan yang akurat dan penanganan yang tepat, diharapkan seluruh anak di daerah tersebut dapat memperoleh kesempatan pendidikan yang layak demi masa depan yang lebih baik,”pungkasnya (dandi)






