BUNTOK — Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Barito Selatan menggelar sosialisasi Program Kampung Iklim (ProKlim) di ruang pertemuan Dapoer Najwa, Buntok, Kamis (9/4/2026). Kegiatan tersebut bertujuan memperkuat aksi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim di tingkat desa dan kelurahan.
Sosialisasi dipimpin Asisten II Setda Barito Selatan, Yoga Prasetianto Utomo, dan dihadiri perwakilan desa, kelurahan, kelompok masyarakat, dunia usaha, serta organisasi perangkat daerah (OPD) teknis terkait.
Kepala DLH Barsel, Bilivson, dalam sambutannya menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat desa dalam menurunkan emisi gas rumah kaca sekaligus meningkatkan ketahanan terhadap dampak perubahan iklim.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai pengenalan ProKlim, tahapan pendaftaran, komponen penilaian, hingga contoh aksi adaptasi dan mitigasi yang dapat diterapkan di lingkungan masyarakat.
Beberapa di antaranya seperti pengelolaan bank sampah, pembuatan biopori, penghijauan, serta konservasi sumber air.
Narasumber dari DLH juga memaparkan alur verifikasi ProKlim, mulai dari pembentukan kelompok kerja (pokja), pengisian Sistem Registri Nasional Pengendalian Perubahan Iklim (SRN-PPI), hingga proses pembinaan berkelanjutan terhadap lokasi program.
Selain itu, peserta diajak memetakan potensi dan kerentanan iklim di wilayah masing-masing agar intervensi yang dilakukan lebih tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat setempat.
Diskusi berlangsung aktif dengan sejumlah desa menyampaikan praktik baik yang telah dijalankan, seperti pengelolaan sampah organik, pemanfaatan pekarangan rumah untuk ketahanan pangan, hingga pengelolaan lahan rawa secara berkelanjutan.
Dunia usaha dan OPD terkait juga menyatakan kesiapan mendukung pelaksanaan ProKlim melalui program CSR, pendampingan teknis, dan fasilitasi sarana prasarana lingkungan.
“Kami dorong desa segera membentuk pokja ProKlim dan menyusun rencana aksi. DLH siap mendampingi prosesnya sampai tahap verifikasi,” ujar Bilivson. (andre)






