BUNTOK- Pemerintah Kabupaten Barito Selatan melaksanakan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) terkait pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak, tindak pidana perdagangan orang (TPPO), anak berhadapan dengan hukum, pencegahan perkawinan usia anak, serta pengelolaan cadangan pangan pemerintah daerah.
Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Sekretariat Daerah (Setda) Barito Selatan, Selasa (19/5/2026).
Penandatanganan MoU itu dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Barito Selatan, Ketua DPRD Barito Selatan, Kapolres Barito Selatan, Dandim 1012/Buntok, Kajari Barito Selatan, Ketua Pengadilan Negeri Buntok, serta Ketua Pengadilan Agama Buntok.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Penjabat (Pj.) Sekretaris Daerah Kabupaten Barito Selatan beserta para asisten dan staf ahli, kepala perangkat daerah terkait, Kepala Perum BULOG Cabang Buntok, serta sejumlah undangan lainnya.
Bupati Barito Selatan, Eddy Raya Samsuri, dalam sambutannya menyampaikan bahwa penandatanganan nota kesepahaman tersebut merupakan langkah strategis sekaligus bentuk komitmen bersama dalam memperkuat perlindungan sosial dan ketahanan daerah.
“Pertama adalah perlindungan sosial, khususnya bagi kelompok perempuan dan anak yang rentan terhadap kekerasan dan eksploitasi,” ujar Eddy Raya Samsuri saat memberikan sambutan.
Menurutnya, persoalan kekerasan terhadap perempuan dan anak, perdagangan orang, hingga perkawinan usia dini memerlukan perhatian serius dan penanganan terpadu dari seluruh pihak. Karena itu, sinergi antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, lembaga peradilan, dan instansi terkait dinilai sangat penting.
Selain fokus pada perlindungan perempuan dan anak, pemerintah daerah juga menaruh perhatian terhadap pengelolaan cadangan pangan pemerintah daerah sebagai upaya menjaga stabilitas pangan dan mengantisipasi potensi krisis pangan di masyarakat.
“Melalui penandatanganan MoU tersebut, Pemerintah Barsel berharap tercipta koordinasi yang lebih kuat antarinstansi dalam mewujudkan perlindungan masyarakat, khususnya perempuan dan anak,”pungkasnya (andre)






