BUNTOK – Anggota DPRD Kabupaten Barito Selatan (Barsel), Raden Sudarto, menyayangkan pernyataan Menteri Kesehatan (Menkes) RI, Budi Gunadi Sadikin, yang meminta masyarakat beradaptasi dengan kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Menurut Raden Sudarto, imbauan agar masyarakat menyesuaikan diri dengan kondisi kabut asap memang dapat dipahami sebagai salah satu langkah untuk menghadapi situasi darurat.
Namun, upaya tersebut dinilai tidak cukup apabila tidak dibarengi dengan langkah konkret untuk mengatasi sumber permasalahan.
Wakil rakyat yang akrab disapa Haji Alex itu menegaskan, penanganan kabut asap tidak seharusnya hanya berfokus pada kemampuan masyarakat beradaptasi.
Pemerintah pusat dan daerah perlu mengambil tindakan nyata untuk mengendalikan karhutla serta mengurangi dampak kabut asap yang mengganggu aktivitas dan kenyamanan masyarakat.
“Sebagai warga Dayak, sebagai anggota DPRD yang memang tahu persis bagaimana kondisi di lapangan, kita menyayangkan kementerian bisa menyampaikan seperti itu,” ujar Haji Alex, Kamis (5/11/2026).
Ia menilai, kondisi kabut asap yang terjadi di wilayah Kalimantan Tengah perlu mendapatkan perhatian serius dari seluruh pemangku kepentingan.
Persoalan tersebut bukan sekadar mengharuskan masyarakat mengubah kebiasaan sehari-hari, melainkan juga membutuhkan langkah penanganan yang terukur dan berkelanjutan.
Menurutnya, pemerintah harus hadir melalui kebijakan dan tindakan yang berpihak pada keselamatan masyarakat.
Upaya pencegahan serta pengendalian kebakaran hutan dan lahan perlu diperkuat agar kabut asap tidak terus berulang dan menimbulkan dampak yang lebih luas.
Selain itu, koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan instansi terkait dinilai penting untuk memastikan penanganan karhutla berjalan efektif.
Langkah-langkah perlindungan masyarakat juga perlu menjadi perhatian, terutama dalam menghadapi paparan asap yang berpotensi mengganggu kesehatan dan kegiatan sehari-hari.
Haji Alex berharap pemerintah tidak berhenti pada penyampaian imbauan kepada masyarakat, tetapi juga menunjukkan keseriusan melalui tindakan nyata di lapangan.
” Dengan penanganan yang cepat, terkoordinasi, dan berkelanjutan, dampak kabut asap di Kalimantan Tengah diharapkan dapat diminimalkan sehingga masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan aman dan nyaman,”pungkasnya (yen)






