BUNTOK, GM – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) terus mendorong program optimalisasi lahan (oplah) dan cetak sawah sebagai upaya mendukung ketahanan pangan di Indonesia.
Asisten Pemerintahan dan Kesra Kabupaten Barito Selatan, Yoga Prasetianto Utomo, mengikuti rapat koordinasi (rakor) terkait hal ini secara daring pada Selasa (20/11/2024).
Rakor yang diselenggarakan di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur Kalteng, juga dihadiri oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Barito Selatan, Ida Safitri, dan pejabat terkait Pemkab Barsel.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaeman mengingatkan pentingnya menjaga ketersediaan pupuk guna mendukung optimalisasi lahan.
Yoga Prasetianto Utomo menambahkan, harapan dari kegiatan ini adalah menjadikan Kalteng sebagai lumbung pangan Indonesia dan dunia, serta menghindari krisis pangan dengan meningkatkan produksi beras.
Berdasarkan hasil penapisan peta potensi lahan, ada 621.684 hektare lahan yang berpotensi untuk pengembangan. Prioritas cetak sawah di tujuh kabupaten dan kota di Kalteng, termasuk Barito Selatan, terus dilanjutkan dengan pembebasan status kawasan hutan dan tanah yang diperlukan.
Saat ini, capaian optimalisasi lahan di Kalteng telah mencakup 25 hektare dengan alokasi bantuan senilai Rp 500 miliar. Produksi beras Kalteng juga sudah surplus sekitar 100 ribu ton, dan diharapkan dapat meningkat hingga 500 ribu ton jika proyek ini selesai, dengan potensi tambahan produksi beras sebesar 3 juta ton. (Mar)






