BUNTOK – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Barito Selatan (Barsel), Kalimantan Tengah, menyiapkan program pembangunan sumur bor berkapasitas besar di 25 desa yang mengalami kekeringan dan kesulitan mendapatkan air bersih.
Program tersebut menjadi salah satu langkah pemerintah daerah dalam mengatasi dampak musim kemarau sekaligus memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat di sejumlah wilayah yang terdampak kekeringan.
Pembangunan sumur bor ini akan dilaksanakan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Barsel dengan menggandeng Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Untuk mendukung pelaksanaan program tersebut, Pemkab Barsel telah menyiapkan anggaran melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) Tahun Anggaran 2026.
Sekretaris Daerah (Sekda) Barsel, Ita Minarni, mengatakan bahwa berdasarkan kondisi saat ini, terdapat sebanyak 25 desa di wilayah Kabupaten Barsel yang telah mengalami kekeringan.
Menurutnya, kondisi tersebut membutuhkan penanganan serius dan langkah konkret dari pemerintah daerah agar masyarakat tetap mendapatkan akses air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Saat ini di Barsel ada 25 desa yang telah mengalami kekeringan. Untuk mengatasi hal tersebut, kita telah menganggarkan di APBD Perubahan dan bekerja sama dengan TNI untuk membuat sumur bor di desa-desa yang mengalami kekeringan tersebut,” ujar Ita, Selasa (27/10/2026).
Melalui pembangunan sumur bor tersebut, Pemkab Barsel berharap ketersediaan air bersih bagi masyarakat di desa-desa terdampak dapat terpenuhi.
“Program ini juga diharapkan menjadi solusi untuk mengantisipasi kesulitan air bersih, terutama saat musim kemarau berlangsung,”pungkasnya (dandi)






